PENAJAM – Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berupaya meningkatkan capaian Indeks Inovasi Daerah (IID) dengan membidik predikat sangat inovatif. Sebanyak 62 inovasi telah dihimpun sepanjang 2026 untuk mendukung pencapaian tersebut.
Puluhan inovasi itu berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), unit pelayanan pemerintah, hingga sektor pendidikan. Seluruhnya akan melalui tahapan pelaporan dan penilaian sesuai ketentuan pemerintah pusat.
Kepala Bidang Inovasi, Teknologi, dan Pengkajian Peraturan Bapelitbang PPU, Anita Megawati, berharap jumlah inovasi yang terkumpul dapat mendorong peningkatan capaian IID Kabupaten PPU.
“Alhamdulillah tahun ini kita terkumpul ada 62 inovasi. Semoga indeks kita ini meningkat ke sangat inovatif,” ungkapnya, Minggu (18/10/2026).
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten PPU untuk memperkuat kinerja inovasi daerah. Terlebih, capaian IID PPU dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan kategori.
Berdasarkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) PPU, daerah ini sempat masuk kategori kurang inovatif pada 2022 dan 2023. Capaian tersebut kemudian membaik pada 2024 dengan nilai indeks 37,61 atau masuk kategori inovatif.
Untuk mencapai kategori yang lebih tinggi, Bapelitbang PPU terus mendorong perangkat daerah agar tidak hanya berfokus pada jumlah inovasi yang dihasilkan, tetapi juga memperhatikan kualitas penerapan dan manfaatnya bagi masyarakat.
Setiap inovasi perlu didukung dokumentasi, bukti pelaksanaan, serta dampak yang dapat dipertanggungjawabkan dalam proses penilaian.
Anita menjelaskan, penilaian IID dilaksanakan setiap tahun oleh Kementerian Dalam Negeri melalui mekanisme yang berkaitan dengan penyelenggaraan Innovative Government Award (IGA).
“Tahapan penilaian dan pelaporan Indeks Inovasi Daerah ini tiap tahun dilaksanakan oleh Kemendagri dalam Innovative Government Award,” jelasnya.
Dalam penilaiannya, pemerintah pusat tidak hanya memperhitungkan jumlah inovasi. Sejumlah indikator turut menjadi perhatian, mulai dari dukungan regulasi, sumber daya, anggaran, pemanfaatan teknologi, hingga kualitas dan dampak inovasi.
Dengan 62 inovasi yang berhasil dihimpun tahun ini, Bepelitbang PPU berharap dapat memperkuat capaian IID sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan daerah. (red)

