BALIKPAPAN – PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menyalurkan bantuan kesehatan berupa 35.000 lembar masker dan 10 unit nebulizer untuk mendukung penanganan dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Balikpapan.
Bantuan tersebut disalurkan bersama Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan di tengah meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sejak awal Oktober 2026, DKK Balikpapan mencatat lebih dari 3.100 kasus ISPA. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 127 kejadian kebakaran lahan sepanjang tahun ini.
Dampak kabut asap juga memengaruhi kegiatan pendidikan. Sejumlah sekolah memangkas jam belajar, sedangkan Pemerintah Kota Balikpapan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Bantuan KPB terdiri atas 700 kotak masker tiga lapis (3-ply) atau setara 35.000 lembar dan 10 unit nebulizer. Penyerahan secara simbolis dilakukan VP Legal & Relation KPB Asep Sulaeman kepada Kepala DKK Balikpapan Alwiati.
Asep mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang memburuk.
“Kabut asap dirasakan langsung oleh masyarakat Balikpapan. Karena itu, KPB berupaya mendukung langkah pemerintah kota dalam memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga,” ujarnya, Jumat (24/10/2026).
Dukungan tersebut juga sejalan dengan upaya Pemkot Balikpapan mengoptimalkan layanan rumah oksigen di puskesmas. Fasilitas ini menyediakan penanganan dan terapi oksigen bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan, dengan layanan dipusatkan di puskesmas yang beroperasi 24 jam.
Kepala DKK Balikpapan Alwiati mengatakan, pemerintah kota telah menetapkan tujuh puskesmas sebagai sentra rumah oksigen. Ketujuh lokasi tersebut adalah Puskesmas Karang Joang, Baru Ulu, Klandasan Ilir, Manggar Baru, Mekar Sari, Sepinggan, dan Kariangau.
“Ada tujuh puskesmas yang menjadi sentra rumah oksigen untuk membantu warga yang membutuhkan penanganan gangguan pernapasan,” kata Alwiati.
Menurutnya, kesiapan layanan tersebut didukung pengalaman penanganan pandemi COVID-19, baik dari sisi fasilitas maupun tenaga medis. Pemerintah pusat juga mendorong daerah mengoptimalkan sumber daya lokal, termasuk melalui kerja sama dengan pihak swasta.
Alwiati mengapresiasi keterlibatan KPB dalam mendukung penanganan dampak kabut asap. Ia juga mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan partikel pencemar. (Red)

